Politeknik (Poltek) Sinar Mas Berau Coal  menjadi mesin pencetak Sumber Daya Manusia (SDM)   unggul, terbukti 80% lulusan terserap kerja serta membuka peluang ekonomi baru pasca tambang.

Gambaran itu  menegaskan bahwa Poltek Sinar Mas sangat berkomitmen dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri. Komitmen itu ditandai dengan diwisudanya 72 lulusan pada Wisuda ke-5, di mana 39 di antaranya telah bekerja.

Direktur Operasional & HSE PT Berau Coal, Arief Wiedhartono, menyampaikan bahwa Politeknik ini hadir sebagai jembatan antara kebutuhan industri dan kemampuan masyarakat lokal. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai.

“Kualitas lulusan hari ini adalah cerminan mutu pengajaran. Kami bangga karena upaya bersama dunia industri dan pendidikan vokasi membuahkan hasil nyata,” ujarnya.

Arief menegaskan, program vokasi yang diterapkan berorientasi pada 70 persen praktik dan 30 persen teori, agar lulusan benar-benar terampil. Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman dan siap bekerja di mana saja, bukan hanya di Berau.

Selain pendidikan, PT Berau Coal juga tengah mengembangkan sektor ekonomi non-tambang seperti perkebunan Kakao dan pengolahan produk Cokelat, sebagai program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Direktur Politeknik Sinar Mas Berau Coal, Kris Adi Nugraha, menyebutkan bahwa hingga wisuda tahun ini politeknik telah menghasilkan 271 lulusan , dan 205 di antaranya sudah bekerja, atau sekitar 75 persen.

“Ini menjadi bukti bahwa lulusan Politeknik Sinar Mas Berau Coal mampu bersaing dan diterima dunia kerja. Terima kasih kepada seluruh mitra yang memberi ruang berkarya bagi para alumni,” katanya.

Kris juga menekankan pentingnya empat modal utama bagi lulusan: skill, mindset, attitude, dan karakter, sebagai fondasi menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.

Wakil II DPRD Berau, Sumadi, turut mengapresiasi konsistensi Berau Coal dalam membangun pendidikan di daerah. Ia berharap kapasitas penerimaan mahasiswa dapat terus diperluas.

“Perannya sangat besar. Hampir 80 persen lulusannya sudah bekerja. Kami berharap ke depan lulusan juga didorong menjadi wirausahawan agar membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Salah satu lulusan berprestasi penerima beasiswa Yayasan Dharma Bakti Berau Coal, Geitsa Zahira Shofa, menjadi contoh keberhasilan sistem vokasi di politeknik ini. Perempuan lulusan SMA Negeri 4 Berau itu awalnya tidak memiliki dasar mesin, namun nekat mengambil jurusan Perawatan Mesin. Dengan IPK konsisten di atas 3,7, ia berhasil mempertahankan beasiswa selama tiga tahun.

 “Awalnya berat, apalagi sebagai perempuan di jurusan mesin. Tapi justru saya menemukan passion di bidang produksi dan maintenance. Terima kasih kepada Berau Coal dan politeknik yang memberi ruang belajar hingga saya diterima bekerja sebagai HSO Training Supervisor,” ungkapnya.

Melalui kurikulum berbasis praktik, sertifikasi kompetensi, serta dukungan industri, Politeknik Sinar Mas Berau Coal menargetkan menjadi pusat vokasi yang tidak hanya menyuplai tenaga kerja tambang, tetapi juga sektor lain seperti perkebunan, logistik, dan manufaktur.

Dengan penerimaan 194 mahasiswa baru tahun ini  dan rencana membuka peminatan baru, Politeknik ini diharapkan semakin memperluas kesempatan generasi muda Kalimantan untuk mendapatkan pendidikan vokasi berkualitas dan siap kerja.

Sumber: poskotakaltimnews.com