PT Berau Coal terus berupaya membantu penanganan dan pencegahan stunting di Berau. Selain pemberian makanan tambahan (PMT) di 19 kampung lingkar tambang, perusahaan mengadakan edukasi kepada sejumlah kader posyandu. Salah satunya melalui seminar kesehatan penanganan stunting yang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal.

Seminar diadakan di Auditorium Politeknik Sinarmas Berau Coal pada Kamis, 23 April 2026. Temanya Kader Cerdas, Balita Sehat: Sinergi Gizi Klinis dan Pendekatan Psikologis dalam Penanganan Stunting. Pesertanya mencapai 138 orang dari 16 kampung.

Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan program ini salah satu pilar kesehatan melalui Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC). Penanganan stunting disebut sesuai program yang dicanangkan pemerintah.

“Selain edukasi, kami melakukan intervensi spesifik terhadap yang sudah stunting dengan pendampingan, seperti bekerja sama dengan dokter spesialis maupun dengan puskesmas dan kader posyandu,” terang Reza.

PT Berau Coal disebut sangat memberi perhatian kepada generasi muda penerus bangsa di Berau. Bukan hanya penanganan stunting, perusahaan berkontribusi di dunia pendidikan termasuk pendidikan tinggi.

“Kami bergerak dengan memberikan PMT serta menjadi bapak asuh untuk anak stunting mandiri. Kami kontinyu, memonitoring, dan bekerja sama multipihak baik pemerintah maupun swasta. Hasilnya bisa dilihat dari audit stunting di Berau,” sambungnya.  

Reza berharap edukasi kader ini memberi ilmu yang bermanfaat agar penanganan stunting membawa dampak yang nyata. Selain edukasi, PT Berau Coal menjalankan program PMT melalui skema Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) Mandiri Lokal. Program ini telah menyasar 420 anak di 19 kampung dampingan sepanjang 2024 hingga 2025.

Murniati, kader Posyandu Permata Borneo, Kelurahan Sei Bedungun, Tanjung Redeb, mengaku mendapat banyak materi menarik dan aplikatif. Ia juga mendapat ilmu baru dalam penanganan stunting.

“Terima kasih kepada PT Berau Coal yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat baik ini. Semoga pendampingan kami, para kader ini, dapat terus berlanjut,” tutur Murniati.  

Dokter umum sekaligus Putri Indonesia 2022, Cindy May Mc Guire, adalah salah satu narasumber dalam seminar tersebut. Ia mengatakan kegiatan dari PT Berau Coal ini merupakan langkah yang baik. Stunting menjadi masalah kompleks di Indonesia terutama di beberapa wilayah termasuk Berau.

“Semoga kader-kader ini makin terlatih sehingga penerapannya di masyarakat nanti dapat lebih efektif,” kuncinya.

Sumber: kaltimkece.id